Konstruktif News
Minggu, 1 Februari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Regional/Daerah
    • Medan
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
  • Hiburan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Profil
  • Sehat
  • Seremoni
  • Video
  • Viral
Konstruktif News
No Result
View All Result
Konstruktif News
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Regional/Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Hiburan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Video
  • Viral
Home Regional/Daerah

Bebaskan Salamuddin Purba, Usut Tuntas Mafia Tanah di Dumai Riau

redaksi Penulis: redaksi
21 April 2022 | 22:48 WIB
Rubrik: Regional/Daerah
0

 

Dumai | Konstruktif.id

Praktisi Hukum Ranto Sibarani SH meminta pihak yang berwenang dalam hal ini BPN, Kementerian Kehutanan, Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan Kantor Staf Presiden untuk mengusut tuntas mafia tanah yang selama ini merugikan negara dan merugikan masyarakat.

“Khusus masyarakat di areal tanah yang seharusnya menjadi kawasan industri atas nama PT Nurinta Baganyasa yang diperoleh pada tahun 1997,” jelas Ranto Sibarani, kepada Konstruktif.id, Kamis (21/4).

Hal tersebut tambah Ranto sebagaimana Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 377/Kpts-II/1997 tentang pelepasan sebagian kawasan hutan yang terletak di Kelompok Hutan Sungai Mampu – Sungai Teras, Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkalis (kini masuk wilayah Kota Dumai) Riau seluas 1048 Ha

“Juga dikuatkan oleh surat Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIX Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.519/BPKH.XIX/PKH/9/2020 tertanggal 3 September 2020,” ujar Ranto, pengacara berkepala plontos ini.

Ranto menyatakan bahwa dalam SK Menhut 377 tersebut jelas tertulis dalam diktum Kesembilan bahwa apabila PT Nurinta Baganyasa tidak memanfaatkan kawasan hutan tersebut atau tidak menyelesaikan pengurusan HGUnya dalam 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya SK tersebut, maka kawasan hutan tersebut kembali dalam penguasaan Departemen Kehutanan.

“Jadi jangan sampai mafia tanah mempermainkan hukum dengan mengelola kawasan tersebut dan mengorbankan masyarakat yang bertahan hidup,” tegas Ranto, pengacara yang mantan aktifis dan relawan Jokowi ini.

Menurutnya, masyarakat petani atau kelompok tani mengelola tanah hanya untuk bertahan hidup.

“Hak hidup mereka dilindungi Undang-Undang, jangan sampai kelompok tani tersebut yang dikriminalisasi atas perebutan kawasan tersebut,” tegas Ranto.

Hal tersebut dinyatakannya menyorot penahanan Salamuddin Purba yang saat ini ditahan di Polres Dumai dengan tuduhan ‘menggunakan surat palsu dan atau orang yang melakukan atau turut melakukan perbuatan menggunakan surat palsu’.

Diketahui bahwa Salamuddin Purba adalah tokoh masyarakat dan wartawan senior di Dumai, yang bersangkutan merupakan penerima kuasa dalam penyelesaian masalah tanah milik ahli waris kelompok Alm Sayang.

Ranto menyatakan bahwa Salamuddin Purba tidak patut ditahan karena yang bersangkutan hanyalah penerima kuasa, yang mana surat-surat yang dituduh palsu tersebut adalah surat yang diserahkan pemberi kuasa pada saat memberikan kuasa, sehingga Salamuddin Purba tidak patut dikait-kaitkan dengan surat palsu tersebut.

“Penahanan terhadap Salamuddin Purba sangat berlebihan, apalagi yang bersangkutan Salamuddin Purba sudah berumur 70 tahun dan dalam kondisi sakit-sakitan,” protesnya.

Menurut Ranto, pihak penegak hukum lebih baik mengusut tuntas siapa saja yang bermain diatas tanah 1048 Hektar tersebut.

“Saya curiga banyak pihak atau perusahaan yang bermain di atas lahan yang izinnya sebenarnya dimiliki oleh PT Nurinta Baganyasa, namun karena PT Nurinta Baganyasa tidak melanjutkan haknya tersebut. Kemudian banyak pihak yang melakukan klaim atas tanah tersebut,” tambah Ranto, pengacara yang banyak membela dan memenangkan perkara masyarakat korban dan miskin.

Ahli waris Kelompok Sayang dan Kelompok Tani Tepian Penyembal Indah adalah kelompok yang sebenarnya mencoba bertahan hidup dengan menggarap tanah dalam kawasan 1048 Hektar tersebut.
“Mereka tidak ada apa-apanya dibanding dengan perusahaan-perusahaan besar tersebut. Anehnya, kenapa pula Salamuddin Purba dan Ali Sidik yang merupakan pendiri Kelompok Tani Tepian Penyembal Indah yang ditahan atau dipenjara dengan dalih surat palsu?” tanya Ranto.

Ranto mendesak Mabes Polri sebaiknya mengusut tuntas surat-surat atau dokumen milik perusahaan yang bersengketa dengan kelompok tani tersebut.

“Apakah dokumen mereka benar? Masyarakat telah memperlihatkan kepada saya bahwa salah satu perusahaan berinisial TPI menggunakan surat yang mana pihak perusahaan membeli tanah pada tahun 2012 dari seorang penggarap yang masih berusia 19 tahun, surat tersebut patut diperiksa juga kebenarannya. Karena pada saat itu tidak ada penggarap di kawasan tersebut, masih hutan dengan kayu-kayu besar pada saat itu,” sesalnya.

Masyarakat memperkirakan ada lebih dari 5 perusahaan besar bermain di atas lahan 1048 Hektar tersebut. Itu persoalan utamanya, bukan pada Salamuddin Purba,” tegas Ranto.

Menurutnya, jika ada surat palsu yang dituduhkan kepada Salamuddin Purba, hal tersebut hanya dalih atau alasan untuk menutup-nutupi pihak-pihak yang bermain di atas lahan 1048 Hektar.

“Kami meminta kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Kementerian Kehutanan untuk memeriksa siapa mafia-mafia tanah yang bermain di atas lahan tersebut. Sbagai tokoh masyarakat Salamuddin Purba adalah orang yang memperjuangkan tanah untuk anggota kelompok tani sehingga yang bersangkutan harus dibebaskan,” desak Ranto.

Jadi jelas, kata Ranto bahwa Salamuddin Purba hanyalah korban permainan mafia tanah yang berebut tanah seluas 1048 Ha yang pada awalnya adalah merupakan hak daripada PT Nurinta Baganyasa.

“Karena tidak dimanfaatkan maka kawasan tersebut seharusnya di bawah penguasan Kementerian Kehutanan, bukan milik perusahaan atau perorangan tanpa hak dari yang berwenang.” tutup Ranto. (Poltak Simanjuntak).

Tags: Dumai
ShareTweetSendShareSharePin

Baca Juga

Pematangsiantar

Polres Pematangsiantar Ungkap Pemilik Sabu 1,32 Gram di Jalan SM. Raja

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 23:27 WIB

Pematangsiantar - Konstruktif.id | Polres Pematangsiantar melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kepemilikan narkoitika jenis sabu di Jalan SM. Raja...

Read moreDetails
Pematangsiantar

Dukung Ketapang Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Bantu Pupuk Warga Binaan

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 23:24 WIB

Pematangsiantar - Konstruksi.id | Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Siantar Selatan Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Auli...

Read moreDetails
Pematangsiantar

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 23:21 WIB

Pematangsiantar - Konstruktif.id | Polsek Siantar Timur Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Tomuan Aiptu Okto Sihole melaksakanakan monitoring pendistribusian Makan...

Read moreDetails
Pematangsiantar

Polsek Siantar Timur Respon Cepat Selesaikan Keributan di Jalan Dalil Tani II

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 23:19 WIB

Pematangsiantar - Konstruktif.id | Personil Polsek Siantar Timur Polres Pematangsiantar respon cepat melakukan pengecekan sekaligus selesaikan keributan di Jalan Dalil...

Read moreDetails
Pematangsiantar

Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsiantar Bawa Korban ke Psikolog

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 23:15 WIB

Pematangsiantar - Konstruktif.id | Adanya Laporan Polisi (LP) dugaan penganiayaan seorang penyandang disabilitas Septiano S. Damanik (21),Polres Pematangsiantar melalui Satuan...

Read moreDetails
Pematangsiantar

Polsek Siantar Utara Tingkatkan Patroli Cegah Tawuran Pelajar

Penulis: Konstruktif.id
31 Januari 2026 | 00:18 WIB

Pematangsiantar - Konstruktif.id | Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar tingkatkan patroli dengan melaksanakan kegiatan rutin yang di tingkatkan (KRYD) antisipasi...

Read moreDetails

Berita Terkini

Pematangsiantar

Polres Pematangsiantar Ungkap Pemilik Sabu 1,32 Gram di Jalan SM. Raja

31 Januari 2026 | 23:27 WIB
Pematangsiantar

Dukung Ketapang Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Bantu Pupuk Warga Binaan

31 Januari 2026 | 23:24 WIB
Pematangsiantar

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG

31 Januari 2026 | 23:21 WIB
Pematangsiantar

Polsek Siantar Timur Respon Cepat Selesaikan Keributan di Jalan Dalil Tani II

31 Januari 2026 | 23:19 WIB
Pematangsiantar

Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsiantar Bawa Korban ke Psikolog

31 Januari 2026 | 23:15 WIB
Pematangsiantar

Polsek Siantar Utara Tingkatkan Patroli Cegah Tawuran Pelajar

31 Januari 2026 | 00:18 WIB
Pematangsiantar

Polsek Siantar Timur Laksanakan Sambang Kamtibmas dan Tempel Stiker Call Center 110

31 Januari 2026 | 00:15 WIB
Pematangsiantar

Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif,Samapta Polres Pematangsiantar Pengamanan Objek Vital

31 Januari 2026 | 00:12 WIB
Pematangsiantar

Cegah 3C dan Premanisme,Polsek Siantar Barat Rutin Patroli Jalan Kaki

31 Januari 2026 | 00:08 WIB
Pematangsiantar

Polsek Siantar Barat Respon Cepat Temukan HP Siswi SMA Terjatuh

31 Januari 2026 | 00:05 WIB
Pematangsiantar

Kasat Samapta Polres Pematangsiantar Pengecekan Personil Pengamanan Objek Vital

29 Januari 2026 | 20:16 WIB
Pematangsiantar

Kasat Lantas Polres Pematangsiantar Survey Perlintasan Sebidang Rel Kereta Api

29 Januari 2026 | 20:11 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2020-2024 Konstruktif ID

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Regional/Daerah
    • Medan
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
  • Hiburan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Profil
  • Sehat
  • Seremoni
  • Video
  • Viral

© 2020-2024 Konstruktif ID

rotasi barak berita hari ini danau toba